SuaraSumsel.id - Pihak DPRD Sumsel melalui Wakil Ketua Komisi V Mgs. Saiful Fadli menemui massa aksi setelah bertahan lima jam bertahan di depan kantor DPRD Sumatera Selatan atau Sumsel.
Sebelas tuntutan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Sumatera Selatan diterima secara langsung dan disahkan pihak DPRD Sumsel.
"Ada 11 tuntutan kami yang telah diserahkan ke DPRD Provinsi Sumsel dan itu langsung diterima dan disahkan oleh Ibu Anita melalui video call," ujar Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Palembang, Ade Syawal.
Ade menegaskan pergerakan yang dilakukan tersebut merupakan aksi nyata mahasiswa tanpa adanya tunggangan dari pihak manapun. "Ini adalah Ril pergerakkan BEM se Sumsel," paparnya.
Tak hanya itu, mereka juga menyatakan sikap dengan tegas menolak tiga periode Presiden Joko Widodo dan secara penuh menolak penundaan pemilu 2024.
"Hari ini aksi tujuh april ini serentak seluruh Indonesia, kita menolak tiga periode. Hukum di negara ini tumpul ke atas. Pemerintah tidak pernah berpihak kepada kita. Bagaimana kita memilih presiden tetapi mereka tidak berpihak kepada kita," sampainya.
Mereka cukup menuntut terhadap kriminalisasi yang dialami aktivis lingkungan seperti Hariz Azhar dan Fatiah. "Aktivis yang menyampaikan data-data terkait tambang di Papua ini ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Ini bentuk kriminalisasi terhadap aktivis," tambahnya
"Dan yang paling terpenting adalah harga bahan pokok dan BBM semuanya diturunkan sesuai harga yang dapat dijangkau masyarakat," tegasnya.
Ade juga mengatakan akan terus mengawal tuntutan yang telah disepakati hingga waktu dua sampai tiga hari ke depan. Apabila tidak ada respon, kata Ade, mereka akan melakukan aksi demo lanjutan.
"Saya menyampaikan apabila tidak disepakati dan direalisasikan tuntutan tuntutan kami akan melakukan demo lagi. Kami menunggu H+2 untuk ketua dprd atau yang mewakili untuk bisa merealisasikan apa yang menjadi tuntutan kami," ucapnya.
Setelah sebelas tuntutan ditandatangani, massa aksi demonstrasi membubarkan barisan. "Setelah ini kami dari BEM se Sumsel akan terus mengawal tuntutan ini," pungkasnya
Kontributor: Melati Putri Arsika
Tag
Berita Terkait
-
DPRD Sumsel Dihadiahi Kain Kafan dan Nisan, Mahasiswa Aliansi BEM Se-Sumsel Ajak Menolak Jokowi Tiga Periode
-
Tradisi Berburu Bubur Syuro di Masjid Syuro Palembang, Terlestarikan Setiap Bulan Ramadhan
-
Gelombang Massa Mahasiswa BEM Se-Sumsel Kian Bertambah: Bersitegang, Karena Dihadang Masuk Gedung DPRD
-
Menolak Jokowi Tiga Periode Harga Mati, Bem Se-Sumsel: Paling Menyakitkan Rakyat, Saat Minyak Goreng Langka dan Mahal
-
Jadwal Buka Puasa Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan Hari Ini, Kamis 7 April 2022
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor
-
Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?