SuaraSumsel.id - Sejak bulan Januari hingga Maret 2022, Kementerian Perdagangan atau Kemendag Republik Indonesia telah mengeluarkan 11 kebijakan dalam menanggulangi kenaikkan harga pangan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Ermarini saat berada di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (31/3/2022). Setidaknya adanya 11 kebijakan seolah menjadi perencanaan yang tidak dipikirkan secara matang, khususnya menanggulangi kelangkaan minyak goreng.
Ketika minyak goreng mengalami kelangkaan hingga mengakibatkan harga naik, Kementerian Perdagangan menerbitkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng pada 26 Januari 2022. Tak sampai dua bulan, tepatnya, 16 Maret 2022 kebijakan tersebut dicabut.
"Dari Januari sampai Maret ada 11 kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan. Artinya, gak proper, gak dipikir secara matang. Tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya usai kunjungan ke Gudang Bulog Divisi Regional Sumsel dan Babel, Kamis (31/3/2022).
Baca Juga: Antrean Solar Makin Panjang di Perbatasan Sumsel, Wagub Mawardi Yahya Hanya Jawab Ini
Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut juga menegaskan kalau Indonesia mustahil tidak mempunyai stok minyak goreng. "Kalau Menteri Perdagangannya bingung bagaimana kita, rakyat. Gak mungkin Indonesia gak punya minyak goreng, gak mungkin," sambung dia.
Beberapa pekan lalu, sambung Anggia, ia masih menemukan antrean minyak goreng di Yogyakarta dari pukul 09.00 pagi hingga 14.00 sore, hanya hanya mendapatkan 3 liter.
"Di Banda Aceh, Lampung juga terjadi seperti itu. Menjelang Ramadan ini seharusnya Pemerintah mempunyai kebijakan lebih proper (siap)," ucapnya.
Tim Spesifikasi Komisi IV DPR RI sebelumnya melakukan sidak ke Pasar Tradisional Palimo, km 5 Palembang. Dari pantau harga pangan tersebut, menurut Anggia, Sumatera Selatan atau Sumsel belum mengalami lonjakan yang tinggi.
"Stok dan harga menjelang Ramadan, kita lihat ke pasar tradisional tadi harga komoditas masih aman dan stabil. Konsen saya pada minyak goreng," pungkasnya.
Baca Juga: BMKG: Suhu Daerah Sumsel Dataran Rendah, Bakal Terik 34 Derajat Celcius
Kontributor: Melati Arsika Putri
Berita Terkait
-
Tom Lembong Sangkal Langgar UU Perlindungan Petani
-
Profil dan Kekayaan Annisa Mahesa: Anggota DPR Termuda yang Diduga Miliki Akun Alter
-
Siapa Annisa Mahesa? Anggota DPR Termuda yang Mendadak Viral di Medsos
-
Mendag Ungkap Modus Kurangi Takaran BBM Pakai Aplikasi
-
Penyesalan Rieke Diah Pitaloka Saat Mat Solar "Bajaj Bajuri" Meninggal Dunia: Abang, Maafin Oneng!
Tag
- # mendag lutfi
- # Penyataan Mendag Lutfi Soal Minyak Goreng
- # Penyataan Mendag Lutfi
- # menteri perdagangan
- # Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi
- # Kelangkaan Minyak Goreng Sumsel
- # Minyak Goreng Sumsel
- # Minyak goreng Sumsel Mahal
- # Minyak goreng Sumsel langka
- # Operasi pasar minyak goreng Sumsel
- # Anggia Ermarini
- # Anggota DPR RI
- # Wakil Ketua Komisi IV DPR
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Pasca Penusukan Sadis, Izin Operasional DA Club 41 Palembang Dipertanyakan
-
Detik-Detik Kecelakaan Maut di Lahat: Satu Keluarga Tewas Saat Hendak Silaturahmi
-
Lebaran Berkah Bersama Bank Sumsel Babel: Mudik Gratis, Zakat Digital, dan Dana Tunai Siap
-
Silaturahmi Idul Fitri Berujung Jambret, IRT di Palembang Kehilangan Kalung Emas Rp 26 Juta
-
Silaturahmi Berujung Duka: Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan Tragis di Lahat