SuaraSumsel.id - Kegiatan Pray For Semeru diramaikan dengan pesan-pesan kemanusiaan dan kecintaan pada lingkungan.
“Hari ini Semeru adalah duka. Duka kita, anak manusia yang alpa. Semeru adalah hati. Hati yang suci, penjaga Bumi,” kata Aryuda dari Raya yang berasal dari Rumah Aspirasi Budaya seusai tampil bersama Songket Reborn dalam “Pray For Semeru”yang digelar Palembang Charity Community (PCC) yang digelar di Stamps Café & Resto, Palembang, Sabtu malam (11/12/2021).
“Erupsinya Gunung Semeru merupakan tanda bagi umat manusia. Manusia Indonesia," sambungnya.
Menurut dia , erupsi Gunung Semeru sebuah tanda agar umat manusia menjaga Bumi. Melestarikan Bumi, dan menghindarkan Bumi dari berbagai kerusakan.
Pada momen Pray For Semeru itu pun membagikan ratusan bibit bambu kepada para musisi rock dan bikers di Palembang.
“Bambu merupakan tanaman yang menjadi symbol peradaban manusia Indonesia. Bambu selain memberikan manfaatkan luar biasa bagi umat manusia, juga menjaga keseimbangan Bumi. Dia menjaga air, udara, dan tanah. Tidak ada yang tidak bermanfaat dari bambu bagi manusia Indonesia. Raja Sriwijaya pun mengamanahkan manusia untuk menanam bambu, selain tanaman lainnya,” kata Aryuda yang dikenal sebagai musisi rock dan bikers.
Selain Songket Reborn, tampil dalam acara ini antara lain Queen Bee, Ras 9, Speed Metal Sriwijaya, Jamers Palembang, Reni, Longkiss Goodbye, Rockarolla, Mawwan & Frenz, dan lainnya.
“Kegiatan ini selain sebagai ungkapan rasa duka terhadap saudara-saudara kita yang terdampak erupsi Gunung Semeru, juga sebagai silahturahmi musisi rock di Palembang lintas generasi, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,” kata Fajar Firmansyah, panitai dari PCC.
PCC sudah beberapa kali melakukan penggalangan dana untuk berbagai bencana di Indonesia. “Terakhir kita menggalang dana untuk kawan-kawan musisi yang terdampak pandemi Covid-19,” kata Fajar.
“Kita berharap kegiatan seperti ini sering dilakukan. Sebagai musisi kita juga memiliki kepedulian pada berbagai persoalan. Baik kemanusiaan dan lingkungan. Kita selama ini hanya bicara melalui karya, tapi masyarakat juga butuh tindakan nyata. Semoga kegiatan seperti ini memberikan dampak baik bagi masyarakat,” kata Tety Masayu dari Queen Bee.
Tag
Berita Terkait
-
Masyarakat Diminta Waspada, Gunung Semeru Terekam Bergolak Lagi
-
Tengah Malam Tadi Gunung Semeru Erupsi Lagi, Ditandai Gempa dan Awan Panas
-
Korban Letusan Gunung Semeru Ingin Bantuan Uang Tunai, Logistik Sudah Cukup
-
Viral, Beberapa Orang Berswafoto di Erupsi Gunung Semuru, Warganet: Krisis Etika
-
Total Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru Jadi 46 Orang, 9 Masih Hilang
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
BEM Unsri Akhirnya Turun Aksi Kritisi Pemerintahan Prabowo, Bawa 8 Tuntutan
-
EcoGrow Mom, Langkah PTBA Wujudkan Perempuan Tani Berdaya dan Sejahtera