SuaraSumsel.id - Pasangan suami istri, Adi Sismiko dan Siti Sartika saling bertarung menghadapi Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Pajar Bulan, Lahat, Sumatera Selatan.
Keduanya memutuskan menjadi rival dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang berlangsung pada 9 Desember mendatang. Melansir Sumselupdate.com - jaringan Suara.con, keduanya menjadi dua calon yang mendaftar pada Pilkades yang bakal berlangsung serentak se Kabupaten Lahat.
Diketahui sang suami, Adi Sismiko merupakan yang pertama mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa atau Cakades. Baru sebulan kemudian sang istri yang mendaftarkan diri.
Sampai dengan saat ini, hanya kedua orang pasutri ini yang dinyatakan lolos menjadi calon kepala desa.
Menurut Adi Sismiki, situasi ini merupakan fenomena yang memperlihatkan betapa demokratisnya masyarakat saat ini.
“Ini terjadi karena tidak mungkin ada calon kades tunggal atau melawan kotak kosong, karena secara peraturan, tidak mungkin. Maka pilkades harus ada lawan, meski itu harus bertarung dengan istri sendiri,” selorohnya.
“Entah saya yang terpilih, atau istri saya, saya harap bisa memimpin desa dengan baik demi kemajuan desa,” ujarnya.
Baginya mengembalikan kepercayaan masyarakat desa kepada pemerintah desa merupakan wujud sistem yang sangat penting.
Camat Pajar Bulan Sarmisi SE saat dikonfirmasi mengungkapkan dari 17 desa di Kecamatan Pajar Bulan yang menggelar pilkades serentak, hanya satu desa yang calon kadesnya ialah pasutri.
Baca Juga: 1.200 Anak Sumsel Korban Pandemi COVID-19, Terbanyak di Palembang
“Kalau mata pilih mencapai 875, sehingga harus ada dua TPS. Lokasi TPS harus berjauhan, agar tidak terjadi kerumunan, dan apabila sudah selesai menggunakan hak suara, masyarakat diminta segera pulang, jangan berkerumun di lokasi pemilihan,” terangnya.
Tag
Berita Terkait
-
Jelang Pilkades Serentak di Kabupaten Serang, Polisi Kerahkan Ratusan Personel
-
Penundaan Pilkades Serentak Kabupaten Sampang Diterpa Isu Kepentingan Politik
-
Geger Bola Api Muncul di Lebak Usai Pilkades, Tokoh Agama Minta Warga Tetap Tenang
-
Pilkades Serentak Kabupaten Bandung Dijaga 1.114 Personel
-
Pastikan Pilkades Aman dan Sesuai Prokes, Dirjen Binapemdes Tinjau Pilkades Purwakarta
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap