SuaraSumsel.id - Meski pelaksanaan Pemilihan Gubernur atau Pilgun Sumatera Selatan masih akan berlangsung pada 2024, namun usai Ketua DPD Partai Golkar Dodi Reza Alex Noerdin ditahan KPK, peta politik akhirnya berubah.
Bupati Dodi Reza Alex yang menahkodai Partai Golkar Sumsel akan digantikan sosok yang kemudian juga berpeluang maju dalam Pilgub Sumsel 2024 nanti.
Karena itu, usai Dodi Reza Alex ditahan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi suap infrastuktur perairan di dinas PUPR Musi Banyuasin, sejumlah tokoh akhirnya berpeluang maju dalam Pilgub Sumsel mendatang.
Berdasarkan survei yang dilakukan lembaga Populi Center selama dua pekan di awal bulan Oktober 2021 ini, sejumlah nama-nama tokoh berikut muncul menjadi pilihan masyarakat.
Dengan pertanyaan, "Ketika ditanya siapa tokoh yang paling dipilih untuk menjadi Gubernur Sumatera Selatan mendatang," sebanyak 800 koresponden yang tersebar di Sumatera Selatan mengerucutkan sejumlah nama yakni.
Pada posisi pertama, terdapat Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, sebesar 50,4 persen.
Setelah itu disusul Dodi Reza Alex Noerdin sebesar 13,6 persen.
Namun karena Dodi terjerat kasus korupsi dan tidak memberi peluang untuk ikut menjadi peserta Pilgub 2024, maka akan muncul peluang tokoh Partai Golkar lainnya.
Lalu setelahnya, Mawardi Yahya (4,9 persen), Eddy Santana Putra (4,3 persen), Prana Putra Sohe (3,1 persen), dan Ridho Yahya (2,4 persen).
Baca Juga: Politisi Golkar Sumsel Yansuri, Diperiksa Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya
Sementara, tokoh-tokoh lainnya mendapatkan persentase di bawah 2 persen antara lain Wali Kota Palembang, Harnojoyo, Wakil Ketua DPRD Sumsel, yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan, Giri Ramanda Kiemas, lalu ada nama mantan Gubernur Sumsel, Syahrial Oesman.
Nama lainnya yang muncul dengan persentase tidak besar yakni Mantan Bupati Lahat yang kini anggota DPRD Sumsel, Aswari, Bupati Ogan Komerin Ilir, Iskandar, dan Bupati OKU Selatan, Popo Ali.
Meski muncul nama-nama berikut, namun adanya syarat dukungan parpol di tubuh DPRD Sumsel juga mempengaruhi peluang tokoh-tokoh tersebut.
Dari hasil surveinya, mayoritas responden menilai sebaiknya Gubernur Sumatera Selatan mendatang berasal dari Partai Golkar (20,8 persen), disusul PDIP (15,9 persen), Gerindra (10,3 persen), Nasdem (7,0 persen), dan Demokrat (6,0 persen). Sementara partai lain mendapat angka di bawah 5 persen.
Sementara pemilu legislatif diadakan hari ini, sebesar 22,4 persen menjawab PDIP menjadi partai yang paling banyak dipilih, disusul Golkar (16,6 persen), Gerindra (16,1 persen), Demokrat (6,8 persen), dan PKS (3,4 persen). Adapun partai lainnya mendapatkan angka di bawah 3 persen.
Tag
Berita Terkait
-
Dodi Reza Alex Ditangkap KPK, Plt Bupati Muba Beni Sedang Lakukan Hal Ini
-
Bos Klub Liga 2 Muba Babel United, Dodi Reza Alex Noerdin Jadi Tersangka Korupsi
-
Sederet Nama Tokoh Muncul Jika Pilgub Sumsel Digelar Hari Ini, Diwarnai Orang Lama
-
Survei: Gubernur Herman Deru Berpeluang Besar Memimpin Sumsel Dua Periode
Terpopuler
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Ganggu Penerbangan, 15 Pesawat Terdampak saat Jarak Pandang 400 Meter
-
Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Infrastruktur Air untuk Cegah Karhutla Sumsel
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?
-
Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter, Kabut Asap Picu Kecelakaan Beruntun di Lampung