Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:00 WIB
Ilustrasi anak korban rudapaksa. ibu di OKI lapor polisi, dua anaknya jadi korban asusila [Shutterstock]

SuaraSumsel.id - Seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten OKI Sumsel, DN (27) merasa sedih dan sakit hati, setelah tahu kedua putrinya yang masih kecil diduga telah menjadi korban tindakan asusila. 

Semula DN hanya tahu putri pertamanya yang berusia 7 tahun sudah menjadi  korban pelecehan seksual. Namun setelah dilakukan pemeriksaan ke puskesmas setempat, barulah diketahui putri bungsunya yang masih 3 tahun juga mengalami tindakan serupa berdasarkan hasil pemeriksaan medis. 

DN mengungkapkan, berdasarkan pengakuan putri pertamanya, perbuatan asusila itu diduga dilakukan oleh R (20) yang tak lain pamannya sendiri, yakni adik kandung dari suaminya. 

Perasaan DN makin dibuat hancur, sebab dia mengaku laporan yang dibuat ke Polres OKI, diarahkan  untuk menempuh jalur kekeluargaan atau mediasi. 

Baca Juga: Medali Emas Sumsel di PON XX Papua Bertambah, Kalahkan Sumbar dan Jambi

Tidak Terima dengan hal tersebut, DN dan keluarganya pun mengalihkan laporan ke Polda Sumsel. 

"Jelas saya tidak terima. Kenapa saya disuruh damai," ujarnya kesal  saat ditemui setelah membuat laporan di SPKT Polda Sumsel, Selasa (12/10/2021). 

Sejumlah pihak juga meminta DN untuk menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan, termasuk oleh perangkat desa. Tentu saja hal tersebut membuat DN dan keluarganya makin dibuat sakit hati. 

"Jangan mentang-mentang yang diduga melakukannya itu paman korban, jadinya bisa dibuat damai seperti itu. Tidak mungkin persoalan ini diselesaikan damai begitu saja. Anak-anak ini kehilangan perawannya dan masa depanya," kata RN (31) kerabat DN yang turut menemaninya membuat laporan di Mapolda Sumsel. 

Kedua korban merupakan kakak beradik usia 7 tahun dan 3 tahun. Kedua korban tinggal bersama ibu, ayah, nenek dan pelaku di sebuah rumah yang juga diduga menjadi lokasi tindakan asusila oleh terduga pelaku. 

Baca Juga: KLHK: 2.000 Ha Lahan di Sumsel Terbakar Sepanjang 2021

Tepatnya di Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten OKI Sumsel. Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan melalui Kasubdit IV Renakta Polda Sumsel, Kompol Masnoni mengatakan, pihaknya sudah mengetahui terkait laporan tersebut. 

Load More