SuaraSumsel.id - Pemakaman Ibunda Tito Karnavian berlangsung tertutup dan dipercepat dari jadwalnya. Awalnya, pemakaman yang berlangsung di TPU Kebun Bunga, Palembang Sumatera Selatan akan berlangsung pukul 13.00 WIB.
Namun, pemakaman dimajukan pada pukul 11.00 WIB. Hal ini dilakukan guna mengurangi dan menghindari kerumunan saat aktivitas pemakaman tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun dari penjaga makam setempat Heri Mukti, sang ibunda Tito Karnavian, Hj Kordiah dikebumikan di samping mertua Tito.
Lahan pemakaman tersebut sudah dipersiapkan oleh Tito Karnavian sebelumnya.
“Tanah ini sudah dibelinya, kemudian tadi pagi diberi kabar bahwa ibunda pak Tito meninggal sehingga saya langsung melakukan penggalian kubur,”ucapnya kepada awak media, Jum’at (13/8/2021)
Menurutnya, pemakamanan juga dipercepat karena menghindari kerumunan.
“Yang datang pun tidak banyak, hanya keluarga yang jumlahnya sekitar 50 orang,”
Diungkapkannya, prosesi pemakaman berjalan hikmat, dan awak media tidak diizinkan guna mengikuti atau mendokumentasikan pemakaman.
Usai pemakaman, Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tito langsung pergi meninggalkan TPU Kebun Bunga bersama keluarga besarnya.
Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Bisa Digelar pada PPKM Level 2 dan 3 di Sumsel
Sebelumnya, Camat Gandus, Ricky Fernandi mengatakan lokasi rumah duka berada di Kelurahan Karanganyar, Gandus, Palembang.
“Iya informasi kabar berita duka itu benar. Lokasi rumah duka di kawasan Kelurahan Karang Anyar,” kata Ricky kepada wartawan, Jumat (13/8/2021).
Jenazah almarhumah ibu Mendagri Tito Karnavian akan langsung dimakamkan tanpa dibawa ke rumah duka.
“Informasinya, dari RSMH, jenazah akan langsung dibawa ke pemakaman keluarga di TPU Kebun Bunga,” kata Ricky.
Hal itu, kata dia, sebagai pilihan keluarga agar tidak terjadi kerumunan di rumah duka karena masih situasi pandemi COVID 19.
“Agar tidak terjadi kerumunan di rumah duka jadi informasinya jenazah akan langsung dimakamkan di TPU Kebun Bunga,” ucapnya
Tag
Berita Terkait
-
Beredar Foto Mendagri Tito Karnavian Bersama Ibunda, Netizen Ucapkan Doa
-
Kabar Duka, Ibunda Tito Karnavian Meninggal Dunia di Palembang
-
Mendagri Apresiasi Gubernur Banten, Realisasi Insentif Nakes Capai 53,04 Persen
-
Sejumlah Provinsi di Luar Jawa-Bali Ikut Terapkan PPKM Level 4, Ini Daftar Lengkapnya
-
Momen Kocak Mendagri Cuekin Ganjar Pakai Baju Adat, Dikira Penyambut Tamu
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' Lawan Karhutla, Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Berulang?
-
51 Saksi Sudah Diperiksa, Mengapa Belum Ada Tersangka di Kasus Lampu Jalan Palembang?
-
Bank Sumsel Babel Muaradua Apresiasi Kajari OKU Selatan atas Penyelesaian Kredit Bermasalah
-
Sinergi Strategis Kilang Plaju dan BRIN Selamatkan Ikan Belida sebagai Warisan Hayati Nusantara