SuaraSumsel.id - Proses pembelajaran di Yayasan Thawalib Darussalam Muaraenim berbeda pada umumnya. Para santri yang belajar di Pesantren Thawalib Darussalam Muaraenim menggelar pembelajaran di alam terbuka, tepatnya di bawah pohon sawit dengan beralaskan tanah.
Hal ini dilakukan karena terbatasnya sarana pembelajaran daring. Melansir dari Sumselupdate.com - jaringan Suara.com, para santriwan dan santriwati diakui masih bersemangat belajar.
Pimpinan Ponpes Thawalib, Zulkarnain atau yang sering disapa Buya Zul mengatakan, suasana baru di Pesantren Thawalib ini proses belajarnya tidak dalam ruang kelas namun di bawah pohon sawit. Namun para siswa juga beragam dengan keterbatasan sarana daring, maka pembelajaran di gelar di alam terbuka.
“Saat ini bangsa kita masih di landa bencana virus Corona dimana pemerintah belum memberlakukan sekolah tatap muka untuk menghindari penyebaran Covid 19. Akan tetapi kondisi para santri yang mondok di tempat kita ini rata-rata berasal dari berbagai tempat dan daerah dan kondisi perekonomiannya juga rendah sehingga merasa keberatan untuk membeli sarana belajar daring seperti Hand Phone apalagi untuk membeli paket,” ungkapnya.
Ponpes yang beralamat jalan Thawalib Kelurahan Air Lintang Kecamatan Muaraenim, Kabupaten Muaraenim Sumsel, menggelar pembelajaran di alam terbuka guna menghindari kerumunan di dalam kelas.
“Meski demikian anjuran pemerintah dengan penerapan Protokol Kesehatan seperti mencuci tangan, pakai masker dan menjaga jarak tetap kami kedepankan,” sambungnya.
Sistem belajar pun diatur untuk tingkat SMP atau Tsanawiyah di mulai pagi dari jam tujuh sedangkan untuk tingkat SMA belajarnya di mulai siang. Pembagian ini agar tidak menimbulkan kerumunan para santri itu sendiri.
“Sesungguhnya kualitas pendidikan itu bukan ditentukan oleh kemewahan sarana dan prasarana tempat pendidikan akan tetapi sangat di tentukan dari rasa keprihatinan dan kemandirian santri dalam menambah ilmu pengetahuan. Karena banyak para pemimpin dan tokoh terlahir dari kondisi pendidiikan yang sangat sederhana,”terang ia..
Ponpes yang berdiri sekitar 2003 ini memiliki fasilitas penunjang seperti gedung belajar. Asrama laki-laki, kantor, dan fasilitas olahraga dan sumber air.
Baca Juga: Kapolda Sumsel Diperiksa soal Donasi Rp 2 Triliun, Polri: Itu Masalah Internal
Beberapa siswa mengatakan proses belajar dengan sistem di alam terbuka ini juga menarik, karena tidak membuat mengantuk
“Terlebih di massa Pandemi Covid ini karena keterbatasan sarana untuk belajar daring di tambah kondisi ruang belajar sangat memperihatinkan, karena itu belajar di alam terbuka ini merasa aman dan nyamam,” akunya.
Tag
Berita Terkait
-
Anak Indonesia Curhat Jenuh Sekolah Daring, Begini Jawaban Jokowi
-
Bikin Kantin di Rumah Buat Anaknya yang Sekolah Daring, Bapak Ini Viral di Medsos
-
Penelitian: Sekolah Daring Turunkan Kemampuan Akademik, Emosional, dan Sosial Anak
-
Kendala Sekolah Daring Salah Satu SD Negeri di Mojokerto
-
Dinamika Sekolah Daring: Pelajar Tak Lagi Semangat Belajar Hingga Kecanduan Game Online
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Inflasi Sumsel Menurun, Tekanan Harga Masih Mengalir di Sektor Konsumsi
-
Kronologi Tersangka 58 Kg Sabu Kabur dari Ruang Pemeriksaan Polda Jambi, Masih Terborgol
-
Apa Itu Sampah Antariksa? Ini Fakta Terbaru di Balik Fenomena Bola Api yang Viral di Lampung
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Digeruduk Korban, Oknum Guru di Palembang Akhirnya Menyerah: Modus Tukar Uang THR Rugikan Miliaran