Di negara yang menerimanya, pakaian ini juga disortir kembali yakni pada benar-benar pakaian yang tidak bisa lagi digunakan maka pilihannya hanya ada dua, yakni dibuang di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA, meski sampah fashion juga menjadi sampah yang sulit diurai bakteri.
"Pilihan lainnya yakni dengan membakar pakaian tersebut. Kemudian melepaskan zat kimia ke udara," terang ia.
Ade pun memberikan upaya menandingi fast fashion yang seharusnya juga digerakkan oleh perempuan.
Yakni dengan tidak makin konsumtif, atau membeli barang yang seperlunya atau sesuai kebutuhan saat ini, atau mulai melakukan gerakan sosial dengan bertukar pakaian sesama teman komunitas.
"Sehingga mereka yang membutuhkan pakaian akan mendapatkan pakaian layak dan seperlunya," ujar dia.
Di sisi hilir, Ade pun menyarankan agar petani sebaagai sumber bahan baku industri ini makin menjauhi bahan kimia dalam proses produksinya.
"Sedangkan, petani perempuannya juga harus menjadi bagian tanding dari industri ini," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Nobar Seni Tari "Dari Pustaka Rumahku" Ramaikan Festival Bulan Juni Palembang
-
Agar Jadi Desainer Berkarakter, Begini Tips dari Wanda Hara Dalam Membuat Karya
-
Industri Fashion di Jepang Hasilkan 95 Juta Ton CO2 Per Tahun
-
Bangkit dari Pandemi Covid-19, Sleman City Hall Gelar Modest Fashion Show
-
Harbolnas Besok, Bisa Belanja dari Rumah Produk Uniqlo Loh
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata
-
Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan
-
Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut
-
Sidang Korupsi Chromebook Muara Enim: Saksi Ungkap Skema Fee, 5 Persen untuk Bupati Edison