SuaraSumsel.id - Seorang bapak di Ogan Komering Ilir atau OKI Sumatera Selatan, tega melakukan membacok terhadap anak perempuannya berinisial An (27) pada Sabtu (15/5/2021).
Pembacokkan yang terjadi saat berada di rumah di Desa penanggukan Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan dilakukan berkali-kali hingga sang anak perempuan tersebut luka berat.
Pelaku pembacokan korban An, ternyata Iwan (60) yang merupakan ayah kandung korban. Pelaku membacok korban tepat pada bagian leher sebelah kiri dan pinggang sebelah kiri menggunakan sebilah parang.
Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy melalui Kapolsek Tulung Selapan AKP Eko Suseno mengatakan, benar telah terjadi pembacokan dilakukan oleh seorang bapak kepada anak putrinya. Tersangka membacok korban dengan sebilah parang panjang beberapa kali, akibatkan korban luka bacok di leher kiri satu liang dan pinggang kiri satu liang.
"Korban terjatuh lalu ditolong warga sekitar yang melihat kejadian tersebut, setelah itu korban dibawa berobat ke Puskesmas Tulung Selapan, kemudian dirujuk ke rumah sakit di Palembang,"katanya
Tersangka Iwan diduga memiliki gangguan mental, lanjut Kapolsek, sedangkan putrinya sering jalan menggunakan sepeda motor tanpa izin pelaku sebagai bapaknya. Karena kesal dengan putrinya ia nekat membacok anak saat ada di atas sepeda motornya.
“ketika kejadian, putrinya akan pergi jalan pakai sepeda motor, hingga pelaku naik pitam lalu mengambil parang dan membacok putrinya ketika berada di atas sepeda motor di depan rumahnya,” ungkap dia.
Untuk tersangka Iwan, sekarang ini masih dalam pengejaran. Karena pada saat akan ditangkap usai kejadian, tersangka kabur masuk ke arah dalam hutan. Sedang putrinya Masi dalam perawatan RS setelah mengalami luka bacokan di beberapa bagian.
Tragedi berdarah ini terjadi sekira pukul 11.00 WIB di Kampung 1, Desa Penanggoan Duren atau juga sering disebut Sunggutan Jauh, Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI tersebut viral di media sosial.
Baca Juga: Waspada, Kasus Positif COVID 19 Palembang Paling Tinggi di Sumsel
Dalam sebuah video beredar luas di media sosial, memperlihatkan saat An yang mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian leher dan bagian belakang tubuhnya sedang ditolong, disertai teriakan histeris dilontarkan beberapa warga yang melihatnya.
“Ya Allah, kasian sekali kamu, nak,” teriakan warga sembari melihat luka korban sedang diobati tenaga medis Puskemas Tulung Selapan, dimana ada juga warga menyuapi korban agar minum, dengan posisi korban yang saat itu sudah dipasang infus.
Kontributor: Andika
Berita Terkait
-
Kumpulan Doa Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Istri dan Anak
-
100 Nama Bayi Perempuan Bernuansa Islami
-
Ngakak! Bocah Ini Ngamuk Gegara Tak Diundang ke Pernikahan Ibu dan Ayahnya
-
Sedih! Bocah Laki-Laki 9 Tahun Tewas Dihabisi Ibu Kandung
-
Anak Usil Pecahkan Barang Toko, Cubitan Maut Ibu Melayang Pas Lihat Harga
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Pestapora 2026 Makin Meriah Bareng BRImo, Ada Cashback hingga Aktivitas Berhadiah
-
PHR dan Kejaksaan Agung Kawal Kerja Sama Produksi Sumur Minyak BUMD, Koperasi, dan UMKM
-
Dari Energi untuk Negeri, Kilang Plaju Hadirkan Harapan Dengan Donor Darah
-
Sumsel Raih 3 Penghargaan TPID dan TP2DD Awards 2026
-
Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?