Sempat ada angin segar bahwa kompetisi bisa bergulir pada November. Namun, lagi-lagi Polri belum mau memberikan izin keramaian dengan pertimbangan serupa ditambah fokus mengamankan jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020.
PSSI dan PT LIB akhirnya pun menunda Liga 1 dan 2 hingga Februari 2021. Ini pun juga belum bisa dipastikan bisa terlaksana.
Jeritan Klub, Pemain, dan Pelatih
Tak adanya kompetisi membuat klub, pemain, dan pelatih menjerit. Bagaimana tidak, mereka kehilangan pendapatan menyusul terhentinya kompetisi sebagai dampak pandemi COVID-19.
Pemain dan Pelatih, dengan terpaksa, menerima kenyataan gaji mereka dipangkas hingga 75 persen. Sementara klub tak bisa berbuat apa-apa karena mereka juga tidak kehilangan pendapatan karena setop-nya kompetisi.
Timnas Indonesia Jadi Pengangguran
Sepanjang tahun 2020 Timnas Indonesia jadi pengangguran. Hal ini dikarenakan Pasukan Merah Putih batal mengikuti sejumlah event yang sebenarnya sudah dijadwalkan di tahun 2020.
Pertama, Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia yang melibatkan Timnas Indonesia senior. Pada awalnya event ini dijadwalkan bergulir pada Juni dan Juli.
Namun, jadwal itu kemudian diundur Oktober dan November lantaran pandemi virus corona.
Baca Juga: Dibawa Shin Tae-yong ke Spanyol, Empat Pemain Persija Diminta Kejar Target
Rencana itu pun kembali gagal terwujud. Pasalnya, AFC kembali menunda hingga 2021 lantaran pandemi COVID-19 yang masih tinggi di beberapa negara peserta.
Ajang berikutnya yang ditunda ialah Piala AFF. Seharusnya, edisi 2020 digelar pada November 2020, tapi AFF menunda ajang tersebut sampai awal Desember 2021.
Tak hanya Timnas senior, tim nasional kelompok umur yakni U-16 dan U-19 juga batal berlaga di tahun 2020. Piala Asia U-16 dan U-19 yang dijadwalkan tahun ini ditunda AFC hingga tahun 2021.
Beruntung, PSSI masih bisa melaksakan kegiatan untuk tim nasional, khususnya Timnas U-16 dan U-19.
Armada Shin Tae-yong dan Bima Sakti ini rutin melakukan pemusatan Latihan hingga melakukan uji coba di sela-sela TC.
Mundurnya Ratu Tisha Destria sebagai Sekjen PSSI
Tag
Berita Terkait
-
Penyebab Longsor Cisarua Dominasi Faktor Alam, Ahli Ungkap Ancaman Geologis Gunung Burangrang
-
Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI, Punya Pengalaman Danareksa Hingga Pertamina
-
John Herdman Harus Pagari Pemain yang Pernah Main di Timnas Indonesia U-17 Sebelum Diserobot Jerman
-
Shayne Pattynama: Saya Dihukum
-
Demi Jaga Inflasi, Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi hingga Bansos Jelang Ramadan
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Dukung Transformasi Perbankan Nasional, BRI Buka Rekrutmen BFLP Specialist 2026
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah melalui Implementasi SIPD RI
-
Siap-Siap! Besok PLN Padamkan Listrik di Palembang
-
Sumsel Capai Level Digital Tertinggi, BI Dorong Penguatan Proses Transaksi Daerah
-
PTBA Sukses Gelar Kompetisi Safety Driving untuk Keselamatan Berkendara di Area Tambang