SuaraSumsel.id - Tokoh Nahdhatul Ulama (NU) KH Nuril Arifin angkat bicara soal pencopotan baliho bergambar Rizieq Shihab yang dilakukan TNI dan Polri.
Pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal Semarang itu menyetujui aksi aparat menurukan baliho tersebut.
Menurutnya, baliho bergambar Rizieq Shihab tersebut bukan sekadar spanduk, melainkan pertanda dari Rizieq.
"Kita harus dukung seribu persen, yang dilakukan TNI dan Polri sudah tepat. Jangan melihatnya hanya semata-mata itu baliho, itu spanduk saja. Tapi harus dilihat lebih dalam apa yang sudah dilakukan Habib Rizieq selama ini," kata pria yang akrab disapa Gus Nuril ini seperti yang dikutip Hops.id --jaringan Suara.com, Minggu (22/11/2020).
Tak hanya itu, Gus Nuril pun menangang Rizieq Shihab untuk muncul langsung menghadapi TNI dan Polri.
"Kalau berani mbok ya sekarang muncul. Tampil dong di depan, hadapi langsung TNI dan Polri. Jangan hanya bisanya menghina saat khotbah atau orasi."
"Tunjukkan kebesaran jiwanya. Katanya seorang pelindung dan pengayom umat, jangan pendukungnya yang dikorbankan," sambung dia.
Perintahkan Copot Baliho Rizieq
Akhirnya terjawab siapa orang-orang berbaju loreng yang menertibkan baliho bergambar Habib Rizieq Shihab. Mereka dari kesatuan TNI. Panglima Daerah Militer Jayakarta Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman telah mengonfirmasi.
Baca Juga: Rocky Gerung Nilai Istana Hindari Masalah Habib Rizieq: Ini Bahaya!
Pernyataan Pangdam Jaya setelah apel kesiagaan pasukan bencana di Jakarta, Jumat (20/11/2020), terbilang mengejutkan. Dia menegaskan kalau dibutuhkan, pemerintah bisa membubarkan Front Pembela Islam pimpinan Habib Rizieq.
"Kalau perlu, FPI bubarkan saja. Kok mereka yang atur. Suka atur-atur sendiri," kata Pangdam Jaya.
Pangdam Jaya mengatakan penertiban spanduk dan baliho yang dinilai bermuatan provokatif merupakan perintahnya.
"Itu perintah saya, berapa kali Satpol PP turunkan dinaikkan lagi. Jadi, siapa pun di Republik ini. Ini negara hukum harus taat hukum. Kalau pasang baliho, jelas aturan bayar pajak, tempat ditentukan. Jangan seenak sendiri, seakan-akan dia paling benar," kata Dudung.
Dudung menyatakan petugas Kodam Jaya akan membersihkan baliho provokatif dan akan menindak tegas oknum yang terlibat mengajak revolusi.
"Jangan coba-coba ganggu persatuan dan kesatuan dengan merasa mewakili umat Islam," kata Dudung.
Berita Terkait
-
Rocky Gerung Nilai Istana Hindari Masalah Habib Rizieq: Ini Bahaya!
-
Naik Moge, Nikita Mirzani: Keliling Nyopotin Baliho
-
Disebut Tak Salah Copot Baliho Rizieq, Rocky Justru Kasihan dengan Pangdam
-
Baliho Habib Rizieq Dicopot di Kabupaten Tangerang, Satpol PP: Tak Ada Izin
-
Jusuf Kalla: Fenomena Habib Rizieq Ada karena Kekosongan Kepemimpinan
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Hampir 40 Persen, Belanja Pegawai Palembang Tekan APBD, Ini Dampak Nyatanya
-
Balik Ngantor Setelah Libur? 5 Warna Lipstik Fresh Ini Bikin Wajah Auto Cerah & Pangling
-
Berkat Program Desa BRILian, Kampung Koboi Tugu Selatan Sukses Jadi Desa Produktif
-
Siapa Afat? Bos Otomotif Ini Mendadak Viral Usai Ruko Miliknya Bakal Dibongkar Paksa
-
Wajah Rusak Usai Mudik? 7 Skincare Detox Ini Ampuh Balikin Glowing dalam Hitungan Hari