SuaraSumsel.id - Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mulai memeriksa dua pelapor dugaan jual beli ijazah atas nama Bupati Lahat Cik Ujang.
"Ada sekitar kurang lebih 12 pertanyaan yang ditanyakan kepada kami," ujar Bambang Irawan, pelapor yang diperiksa Bareskrim Polri, di Jakarta, seperti dilansir dari Antara (18/11/2020).
Bambang Irawan adalah Ketua Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), dan seorang pelapor lagi adalah Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Palembang Adi Bedman.
Mereka mengaku diperiksa kurang lebih 3 jam, mulai pukul 10.00 sampai 13.00 WIB, yang dicecar penyidik dengan belasan pertanyaan terkait dengan dugaan jual beli ijazah atas nama Cik Ujang.
Menurut Bambang, ada tambahan dokumen yang diserahkan dirinya kepada penyidik sehingga diyakininya penyidik bersikap objektif dan profesional.
"Kami juga melampirkan 21 bukti. Satu buktinya itu mengenai tanda tangan Cik Ujang sebagai Bupati Lahat," katanya.
Sementara itu, Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Palembang Adi Bedman berharap penyidik serius mengusut kasus dugaan jual beli ijazah dan penggunaan gelar sarjana tanpa hak tersebut.
"Harapan kami pihak kepolisian serius mengungkap kasus ini. Ini mencederai dunia pendidikan di Indonesia, terutama di Sumsel. Ini demi keadilan dan biar kasus serupa tidak terulang kembali pada masa depan dan kampus lain," katanya.
Sebelumnya, sejumlah organisasi aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan Sumatera Selatan Bersatu (OKSB) melaporkan Bupati Lahat Cik Ujang ke Mabes Polri pada hari Rabu (4/11).
Baca Juga: Polisi Tetapkan Anggota DPRD Rini Pratiwi Tersangka Ijazah Palsu
(ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Euforia Investasi Anak Muda Meningkat, BI Ingatkan Bahaya Keputusan Finansial Emosional
-
Janji Ratu Dewa-Prima Salam Soal Palembang Bebas Banjir Saat Pilkada 2024, Masih Ingat?
-
Tito, Hatta Rajasa, hingga Aburizal Bakrie Pulang Kampung, Tokoh Perantau Bahas Masa Depan Sumbagsel
-
7 Museum di Palembang yang Kini Wajib Dikunjungi untuk Belajar Sejarah Sriwijaya
-
Apa Itu Totok Sirih pada Bayi? Ini Risiko dan Manfaat Menurut Dokter