Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Senin, 16 November 2020 | 15:56 WIB
Ustad Abdul Somad menyampaikan tausiyah di Kampus Unhas, Jumat 2 Oktober 2020 / Foto : DKSR Unhas

"Tapi knahzab beda, saya orang biasa, beliau habib keturunan Nabi Muhammad SAW. Tapi, kemudian, ada titik kesamaan," ujarnya.

UAS mengaku senang dengan gerakan amar makruf nahi mungkar.

"Selama ini, saya melihat, ada yang makruf semangat, misalnya ngajak berzikir, mengajak memakmurkan masjid. Tetapi melihat mungkar, diam,” ungkap Ustad Abdul Somad.

“Ada kesamaan, karena mungkar ini untuk kepentingan orang banyak,” tambah UAS.

Baca Juga: Cuma Denda Rizieq, Anies Disebut Tak Punya Prestasi Tangani Covid-19

Sehingga diakui UAS, ia simpati pada Habib Rizieq Shihab sejak dari awal, malah sebelum Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Keberanian Habib Rizieq Shihab yang membuat UAS merupakan hal yang menantang.

“Apalagi, sekarang saya kita melihat misalnya Facebook menghilangkan nama HRZ, Habib Rizieq Shihab, Imam Besar. Postingan fotonya juga hilang di Instagram, juga tidak bisa,” ujar UAS.

Kondisi ini lah, yang akhirnya mengumpulkan rasa kecintaan kepada Habib Rizieq Shihab.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tiba di markas Front Pembela Islam, Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Dalam siaran itu, UAS mengungkap empat alasan umat mencintai Habib Rizieq Shihab. Yakni, karena UAS itu ulama, sosok pejuang keadilan, orang tertindas dan keturunan Rosullah.

“Saya lihat sendiri, ibu-ibu datang dengan berjalan kaki, di lokasi Habib tidak ada pembagian sembako,  tapi umat datang karena mencari sosok yang dianggap bisa mengantungkan harapan,” ucap UAS.

Baca Juga: Pemprov DKI Denda Rizieq karena Bikin Kerumunan, PKB: Itu Bukan Prestasi!

Sosok menggantungkan harapan ini yang disematkan pada Habib Rizieq Shihab.

Load More