SuaraSumsel.id - Sebuah perbuatan kurang menyenangkan tengah dihadapi Ilustrator asal Indonesia, Kathrin Honesta. Ia menyebut, karyanya asal dicomot oleh beberapa perusahaan China. Bahkan, karya ilustrasinya tersebut diproduksi secara massal dan dijual ke berbagai negara, salah satunya Indonesia.
“Ilustrasi ini contohnya, ada di mana-mana. Karya ini telah dicuri dan diproduksi massal oleh beberapa perusahaan China, dan diperjualbelikan bebas secara daring,” tulis pemilik akun Instagram kathrinhonestaa tersebut.
Dalam keterangan yang ia tulis melalui fitur Instagram Story, Kathrin menyebut, karyanya dicetak oleh pihak tidak bertanggung jawab di berbagai produk mulai dari sarung handphone, buku, totebag, kaos, hingga dekorasi dinding. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, mulai dari ¥53.96-63.46 atau sekitar Rp113-133 ribu, hingga 169-572 atau setara dengan Rp50-171 ribu. Parahnya, ia bahkan tidak mendapatkan konfirmasi apapun terkait pencomotan karya ilustrasinya tersebut. Karthrin bahkan tidak menerima sepeserpun bayaran dari pemakaian ilustrasi karyanyaa tersebut.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Hops.id-- jaringan Suara.com, ia mengetahui adanya pencomotan karyanya tanpa izin ini berdasarkan informasi dari pengikutnya di Instagram. Tidak hanya Kathrin, hal serupa juga terjadi pada ilustrator lain, @charlyclements. Pelaku pencomotan karya bahkan mengelak dan mengaku, mendapatkan karya dari Pinterest hingga merasa bebas untuk memakainya.
Menanggapi hal ini, Kathrin pun menyebut, “‘Kami menemukannya di Pinterest‘ adalah alasan yang basi. Jika kamu menemukan karya seni di Pinterest atau media sosial, bukan berarti kamu dapat mengambil dan menggunakannya seenak saja.”
Banyak warganet yang mendukung Kathrin, sebagian besar dari mereka menyayangkan hal seperti ini berulang kali terjadi. Hal ini tentu sangat merugikan bagi para seniman kreatif, sehingga beberapa berpandangan betapa pentingnya hak cipta dari sebuah karya.
Agar tak semakin menjadi-jadi, Kathrin meminta para pengikut-nya untuk lebih berhati-hati dan bersikap kritis saat membeli berbagai kebutuhan yang terdapat desain ilustrasinya.
“Situasi ini sudah tidak terkendali. Aku telah mencoba menghubungi toko online yang menjual barang-barang ini begitu aku mengetahuinya, namun sulit untuk melacak sumbernya,” tulis Kathrin.
Ia juga mengimbau warganet agar membeli barang dari suppliers yang kredibel dan terbukti menggandeng seniman untuk bekerja sama. Bukan yang mencuri karya di internet guna mendukung para seniman untuk terus berkarya.
Baca Juga: Penjara Melebihi Kapasitas, 8 Tahanan Polsek Medan Area Nekat Jebol Tembok
Berita Terkait
-
Viral Ibu-ibu Bawa Sesajen di Monumen Andi Djemma, Minta Terhindar Bencana
-
Janda Cantik Jual Rumah Bonus Jadi Suaminya, Begini Syaratnya
-
Viral Layangan Celana Dalam, Warganet: Punya Siapa Tuh?
-
Viral Maling Masjid terekam CCTV, Warganet: Tega!
-
Viral Perempuan Pamer Jadi Pelakor di Tiktok, Netizen: Kok Bangga?
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu