Tasmalinda
Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama perwakilan investor dan pemangku kepentingan
Baca 10 detik
  • Gubernur Herman Deru membuka The 3rd Sriwijaya Economic Forum 2026 di Palembang untuk mendorong hilirisasi pangan dan energi.
  • Weihong Biotechnology menyerahkan Letter of Intent kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin guna mengembangkan industri hilirisasi kelapa pada tiga November dua ribu dua puluh enam.
  • Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperkenalkan berbagai komoditas unggulan kepada investor internasional demi memperkuat ekonomi daerah.

SuaraSumsel.id - Potensi investasi di sektor pangan dan energi Sumatera Selatan mulai diperkenalkan kepada investor internasional melalui forum ekonomi dan bisnis. Salah satu peluang yang mencuat adalah pengembangan industri hilirisasi kelapa di Kabupaten Banyuasin yang mendapat minat dari perusahaan asal China.

Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan dan penyerahan Letter of Intent (LoI) dari Weihong Biotechnology Co., Ltd. kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam gelaran The C Forum (SEF) 2026 di Hotel Aryaduta Palembang, 3 November 2026.

Forum yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan itu mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan calon investor dari enam negara. Lebih dari 100 investor juga hadir untuk menjajaki peluang pengembangan investasi di berbagai sektor unggulan daerah.

Mengusung tema “Advancing Value-Added Development through Synergy to Strengthen South Sumatera’s Food and Energy Security”, SEF 2026 menjadi wadah untuk mendorong percepatan investasi sekaligus memperkuat hilirisasi komoditas unggulan Sumatera Selatan.

Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut pembentukan Task Force Percepatan Investasi yang diarahkan untuk mempercepat realisasi investasi di daerah.

Kopi hingga Udang Vaname Jadi Komoditas Unggulan

Selain industri kelapa di Banyuasin, sejumlah komoditas unggulan Sumatera Selatan turut ditawarkan kepada calon investor melalui sesi Investment Talks dan Business Matching.

Komoditas tersebut meliputi kopi, kelapa, ikan patin, udang vaname, dan sapi. Penjajakan investasi diarahkan untuk mendorong pengolahan produk, memperkuat rantai pasok, serta meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Melalui pertemuan bisnis tersebut, pemerintah daerah mempertemukan calon investor domestik maupun internasional dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga: BRI dan Kementerian Luar Negeri RI Perkuat Sinergi Dalam Menghadirkan Investasi Global

Kerja sama yang dijajaki diharapkan tidak hanya membuka peluang penanaman modal, tetapi juga memperluas kemitraan dengan pelaku usaha lokal dan menciptakan aktivitas ekonomi baru di daerah.

Dalam forum tersebut, BI Sumatera Selatan juga meluncurkan website Sriwijaya Invest sebagai sarana promosi peluang investasi daerah. Platform ini diharapkan memudahkan calon investor memperoleh informasi mengenai potensi dan proyek investasi yang ditawarkan Sumatera Selatan.

BI dan Pemprov Sumsel Bahas Strategi Percepatan Investasi

Sebelum sesi penjajakan bisnis, SEF 2026 menghadirkan diskusi panel yang membahas perkembangan investasi dan strategi meningkatkan daya tarik penanaman modal di Sumatera Selatan.

Diskusi menghadirkan narasumber dari Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM serta Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Sejumlah isu yang dibahas meliputi perkembangan investasi, kesiapan proyek investasi atau Investment Project Ready to Offer (IPRO), kemudahan perizinan berusaha, skema pembiayaan, hingga peluang hilirisasi komoditas unggulan.

Load More