- Masyarakat dan relawan di Jembatan Ampera Palembang memprotes kabut asap akibat karhutla pada Rabu, 7 Oktober 2026.
- Greenpeace Indonesia menemukan ribuan titik sumber asap di konsesi perusahaan serta kawasan hidrologis gambut periode Agustus hingga Oktober 2026.
- Pemerintah mengalokasikan Banpres Rp100 miliar untuk penanganan karhutla, namun efektivitasnya dipertanyakan karena kabut asap masih terjadi.
Artinya, persoalannya bukan hanya berapa besar anggaran yang telah tersedia, tetapi seberapa cepat anggaran tersebut berubah menjadi kemampuan nyata untuk mencegah kebakaran dan melindungi warga.
Zelvan menilai penanganan karhutla tidak bisa terus berorientasi pada pemadaman ketika api sudah muncul. Menurut dia, pemerintah perlu memperkuat pencegahan di wilayah rawan, terutama pada lahan gambut yang menjadi sumber kebakaran berulang. “Masyarakat terus dipaksa mempertaruhkan kesehatan, menghentikan aktivitas, dan menghadapi kerugian ekonomi setiap kali asap datang,” ujarnya.
Desakan tersebut datang ketika persoalan kabut asap Sumsel juga mulai bergeser dari sekadar isu kualitas udara menjadi pertanyaan mengenai tanggung jawab pemerintah, efektivitas anggaran, kondisi lahan gambut dan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.
Di tengah protes warga di Palembang, pemerintah kini menghadapi pekerjaan yang lebih besar dari sekadar memadamkan api: memastikan kebakaran tidak kembali terjadi di lokasi yang sama dan memastikan udara bersih benar-benar menjadi hak masyarakat.
Tag
Berita Terkait
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Apa Sanksi Berikutnya?
-
18 Konsesi Perusahaan Terdeteksi 10.411 Hotspot, Sejauh Mana Tindakan Pemerintah?
-
Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap
-
353 Personel Masih Berjibaku Padamkan Karhutla Muara Medak, 345 Sorti Water Bombing
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?
-
Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter, Kabut Asap Picu Kecelakaan Beruntun di Lampung
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Apa Sanksi Berikutnya?
-
18 Konsesi Perusahaan Terdeteksi 10.411 Hotspot, Sejauh Mana Tindakan Pemerintah?