SuaraSumsel.id - Klub Sriwijaya FC kekinian menghadapi perkara gugatan atas kerjasama utang piutang yang terjadi pada tahun 2018 lalu.
Dalam gugatan tersebut disebutkan adanya kerjasama PT Sriwijaya Optimis Mandiri atau PT SOM yang menaungi klub Sriwijaya FC dengan perusahaan swasta, PT Digi Sport Asia.
Dalam tuntutan perdata tersebut diketahui jika pada tahun 2018, sebelum Sriwijaya FC terdegradasi dari liga 1, terdapat kerjasama yang menyebutkan penggunaan sejumlah dana dari PT Digi Sport Asia.
Informasi yang beredar, dana tersebut mencapai Rp2,5 Miliar. Dalam perjanjian kerjasama tersebut ternyata diketahui ada kewajiban yang harus dibayarkan.
Saat kewajiban tersebut tidak terpenuhi maka akan dikonversikan dalam bentuk pengalihan saham. Dengan kata lain, PT Digi Sport akan memiliki hak dalam menguasai saham saat terjadi gagal bayar atas dana yang diserahkan kepada klub.
Diakui Komisaris PT SOM, Asfan Fikri, uang tersebut digunakan untuk operasional perusahaan saat Sriwijaya FC terancam degradasi.
“Sekarang, perihal tersebut belum terpenuhi, PT Digi Sport Asia menggugat perdata ke pengadilan. Keputusan atau vonisnya belum ada, masih dalam proses sidang dan dalam waktu dekat akan diputuskan,” ungkap Asfan menjelaskan dalam kesampatan jumpa media awal pekan ini.
Keputusan atau vonis di pengadilan perdata ini mengancam komposisi saham Sriwijaya FC saat ini.
Asfan menyebutkan jika kekinian saham terbesar Sriwijaya FC tersebut dimiliki Hendri Zainuddin yang merupakan mantan Presiden Sriwijaya FC.
Baca Juga: Tingkatkan Kesejahteraan, Komunitas Nelayan Pesisir Sumsel Gelar Pelatihan Membuat Ikan Asin Rumahan
Hendri mengundurkan diri bersamaan dengan kasus korupsi di tubuh KONI Sumsel. Saat itu, Hendri Zainuddin menjadi Ketua KONI Sumsel dan telah ditetapkan oleh pihak kejaksaan tinggi (Kejati) sebagai tersangka.
Meski tidak ditahan, Hendri memutuskan mengundurkan diri dari klub Sriwijaya FC. Posisi Presiden klub saat ini masih kosong.
Dalam stuktur organisasi perusahaan , Presiden klub secara otomatis mengisi jabatan sebagai Direktur Utama atau Dirut PT. SOM.
Jikalau klub Sriwijaya FC dimenangkan di Pengadilan tersebut maka komposisi pemegang saham tentu tidak akan berubah. “Kami (manajemen), tidak berwenang (menentukan presiden Sriwijaya FC. Saat ini, pemegang saham mayoritas yakni Pak Hendri Zainuddin,” ujar Asfan menegaskan.
Sejumlah sosok yang disebut-sebut berkeinginan mengisi posisi bergengsi di klub Sriwijaya FC ini, di antaranya artis ibu kota sekaligus yang kini menjadi calon legislatif (Caleg) PSI, Helmy Yahya.
Selain itu, ada juga nama pengusaha batu bara yang kerap memberikan bonus saat klub ini menang atau seri dalam pertandingan, Abraham Busro dan sosok lain, ialah mantan Dirut Bukit Asam, Bakti Setiawan.
Berita Terkait
-
Liga 2: PSMS Matangkan Persiapan Jelang Jamu Sriwijaya FC
-
Dapat Dua Kali Sanksi, Manajemen Sriwijaya FC Minta Penggemar Lebih Bijak
-
Satgas Anti Mafia Bola Siap Usut Dugaan Kecurangan Wasit di Laga Sriwijaya FC vs Semen Padang
-
Wasit Laga Sriwijaya FC vs Semen Padang Dinilai Berat Sebelah, Mertua Pratama Arhan Lapor PT LIB
-
Stadion GSJ Dijamin Siap Jadi Venue Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
Terkini
-
Jangan Sampai Kehabisan! Promo Indomaret Terbaru April Banyak Diskon Besar & Beli Gratis
-
Awalnya Minta Uang untuk Judol, Berakhir Tragis: Anak di Lahat Habisi Ibu dengan Cara Keji
-
BRILinkAgen Wilayah BRI Region 4 Palembang Tembus 67.140 Agen, Total Volume Transaksi Rp97,7 T
-
Emas dan Harley Disita, Uang Pelayaran Sungai Lalan Diduga Berubah Jadi Aset Mewah
-
Lebih Dari 1,98 Juta User BRI Region 4 Palembang Gunakan Super Apps BRImo: Layanan Digital Menguat