SuaraSumsel.id - Kasus kematian Brigradir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih ramai diperbincagkan. Pihak keluarga masih meragukan dan meniadakan adanya pelecehan seksual menyebabkan kematian tersebut.
Kasus yang mencuri perhatian publik selama dua bulan terakhir ini masih menyisahkan pertanyaan. Meski tergolong kasus menyeret nama-nama besar di institusi kepolisian, pengacara Hotman Paris enggan menjadi pengacara Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Hotman Paris mengungkapkan alasan mengapa enggan menjadi pengacara kedua tersangka tersebut. Hal itu Hotman Paris sampaikan saat ia berada di acara Hotman 911 yang berada di kota Palembang, Sumatera Selatan.
“Memang benar setelah saya pikir-pikir, saya memutuskan menolak jadi pengacara Ferdy Sambo. Walaupun itu akan hilang kesempatan, karena ini kasusnya akan panjang,” ucap Hotman Paris melansir media sosialnya, instagram @hotmanparisofficial.
Kasus Ferdy Sambo tergolong kasus the dreams cases. Kasus yang merupakan impian para pengacara karena akan dikenal oleh masyarakat. “Setelah saya pikir akhirnya saya menolak jadi pengacara Ferdy Sambo. Akan masuk tv tiap hari, akan dikejar wartawan,” imbuh Hotman Paris.
Setelah penolakan tersebut, ternyata penawaran kembali datang guna menjadi pengacara istri Irjen Ferdy Sambo.
“Bahkan tawaran kedua lagi, saya juga diminta jadi pengacaranya ibu PC istrinya (Ferdy Sambo). Saya juga tolak akhirnya,” lanjut Hotman Paris.
Penolakan tersebut ternyata juga beralasan. Hotman menilai kasusnya terlalu penuh conflict of interest, karena ia sebagai host tv nasional sudah sering membahas kasus kematian Brigadir J.
Pada acara Hotman 911 yang diadakan di Palembang, Hotman paris sempat mengatakan bahwa dirinya hampir menerima jadi pengacara Ferdy Sambo dan ibu PC.
Baca Juga: Cuaca Sumsel Hari Ini: Palembang Hujan Ringan Pada Siang Hari
Melansir hop.id-jaringan Suara.com, Penolakan tersebut bukan karena duitnya namun karena alasan lainnya. “Kenapa saya kepikiran hampir menerima tawaran menjadi pengacara Sambo, bukan karena duitnya. Karena ketika saya mendapat informasi dari timnya Sambo tentang fakta-fakta kejadian ada BAP nya ada informasi penting,” ujar Hotman Paris.
Menurut pengacara kondang itu, kalau orang awam tidak bakal mengerati informasi saksi kunci ajudan Ferdy Sambo yang memberikan kesaksian.
“Ini versi BAP ya bukan versi saya, karena saya netral. Ferdy Sambo, habis nangis di rumah pribadi pindah ke rumah dinas dan terjadilah tembakan. Artinya dalam waktu keadaan emosi tidak berlangsung lama. Itu sangat empuk untuk pengacara Sambo bahwa itu kategori spontan atau berencana,” ungkapnya.
Berita Terkait
-
Warganet Curigai Soal Kenaikan Harga BBM Bersubsidi: Untuk Menutupi Kasus Sambo?
-
Pengakuan Ibu PC Akan Diuji Pakai Alat Tes Kebohongan, Seberapa Efektif?
-
Akhirnya, Komnas HAM Akui Dapat Keterangan Pemerkosaan Putri Sambo dari Sosok Ini!
-
Harga BBM Naik, Hotman Paris Singgung Uang Pensiun Seumur Hidup DPR: Membebani APBN!
-
Ponpes Gontor Hanya Beri Sanksi Keluarkan Pelaku Penganiayaan, Hotman Paris: Harusnya Antar ke Polisi
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
5 Cushion untuk Usia 40-an ke Atas agar Tidak Masuk ke Garis Halus
-
7 Bedak Tabur untuk Kulit Berjerawat agar Tetap Rapi Tanpa Nyumbat Pori
-
Pengertian Bilangan Cacah, Asli, Bulat, dan Rasional yang Sering Tertukar
-
Kasus Crazy Rich Haji Halim di Ujung Jalan, PN Palembang Siapkan Sidang Gugur Perkara
-
Pembinaan Usia Dini Berbuah Prestasi, Tim Basket Binaan PTBA Juara Galaxy Stars Rising Cup 2025