SuaraSumsel.id - Pemerintah menurunkan harga pemeriksaan tes PCR menjadi Rp300.000. Dari tarif ini pun, warganet masih merasakan harga yang mahal pada tes tersebut.
Diungkapkan Menteri Koordinasi Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, jika Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan harga tes pemeriksaan PCR.
Harga tes PCR diturunkan. Hal ini menyusul tes PCR menjadi syarat perjalanan udara, atau syarat naik pesawat.
"Arahan presiden in, agar harta PCR diturunkan menjadi Rp 300 ribu," kata Luhut dalam konferensi pers virtual.
Luhut pun memerintahkan jika masa berlaku tes PCR diperpanjang.
Presiden Jokowi memerintahkan agar masa berlaku tes pemeriksaan PCR, untuk naik pesawat menjadi 3x24 jam. Ketentuan ini pun disambut warganet,
Para warganet kemudian mengungkapkan jika harga tes PCR tersebut masih tinggi alias mahal. Warganet pun mempertanyakan manfaat vaksin COVID-19 jika harus tes PCR.
Salah satu akun yang membagikan tes PCR ini ialah Palembanginsta.
Dalam akun ini dibagikan informasi mengenai harga tes CPR yang turun menjadi Rp300.000. Namun warganet mengeluhkan dan bertanya.
Baca Juga: Gubernur Sumsel Herman Deru Dukung Hadirnya FAMS Sumsel
"Mau nya apa sih, udah Vaksin ampek 4 X masih aja pakek pcr repot bgt yak," tanya warganet,
"Masih kemahalan boss itu… wong menengah kepocok mungkin baginyo murah," ujarnya.
"50rb kela nah mungkin masi senyum galo rakyatmu ini pak (apo lagi gratis pak)," ujar warganet.
"Biso dak pak, selain hargo berubah metode pengambilan sample jg diubah," sambung netizen lainnya.
"Msh mahal, pak selaweh (Rp.25.000)," ujar dia.
"Untuk apo lah vaksin masih ado PCR, lucunyo," ujar rian_965.
Berita Terkait
-
Jadi Syarat Wajib Naik Pesawat, Epidemiolog: Turunkan Harga Tes PCR Rp 99 Ribu
-
Jokowi Minta Harga Tes PCR Turun, Anggota DPR: Perintah Harus Dijalankan
-
Tarif Swab PCR Terbaru di Beberapa Lokasi di Indonesia
-
Jokowi Perintah Turunkan Harga Tes PCR, Ini Penjelasan Luhut Binsar Pandjaitan
-
Jokowi Minta Harga Tes PCR Turun Jadi Rp300 Ribu, Masa Berlaku Diperpanjang
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
ISPA di Sumsel Tembus 52.483 Kasus, September Jadi yang Terburuk dan Kian Mengkhawatirkan
-
Indeks Udara Palembang Masih Berbahaya, Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumsel
-
8 Anak Diduga Jadi Korban Pembina Pramuka di Palembang, Kasus Terungkap Setelah 5 Tahun
-
Ratu Dewa Bilang Enjoy saat Kabut Asap, Publik Bandingkan dengan Sikap Leonardo DiCaprio
-
Dari Tari Tanggai hingga Lukisan Presiden 2045, Seniman Suarakan Kritik Karhutla