SuaraSumsel.id - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang, Sumatera Selatan meminta masyarakat berhemat pemakaian air bersih.
Akibatnya, pihaknya terpaksa melakukan pengaliran bergilir selama musim kemarau ini.
Direktur Utama PDAM Tirta Musi Palembang Andi Wijaya mengatakan pengaliran air diatur berlangsung beberapa jam. Hal ini dilakukan supaya agar masyarakat mendapatkan air bersih merata
"Selama musim kemarau berdampak penyusutan pada produksi air bersih maka dari itu perlu berhemat air setiap wilayah yang tadinya dialiri air selama 24 jam terpaksa jadi beberapa jam saja," katanya melansir ANTARA.
Selama kemarau debit, debit kolam penampungan terbatas yaitu hanya mampu memproduksi air bersih sebesar 4.300 liter per detik.
Permintaan pelanggan sudah lebih besar dari kemampuan produksi sehingga semakin sulit mengaliri air ke semua wilayah dalam satu waktu yang sama.
Beberapa wilayah seperti Kelurahan Sako, Sukajaya, Kemuning akan merasakan pengurangan pasokan air dari biasa rutin selama 24 jam.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) Birendrajana mengatakan terjadi penyusutan yang tinggi atas muka air Sungai Musi dan anak sungai lainnya, pada satu bulan terakhir.
"Selama musim kemarau terjadi penyusutan air yang cukup besar apalagi wilayah curam," kata dia.
Baca Juga: Masyarakat Tionghoa Salurkan Bantuan COVID 19 Rp 2 Miliar, Kapolda Sumsel: Akidi Effect
Ia menjelaskan jika suatu wilayah semakin berada di hulu sungai maka akan semakin terlihat penurunannya.
"Bisa mencapai empat meter lebih, penurunannya. Terjadi bukan cuma di Sungai Musi dan anak sungainya seperti Sungai Sekanak bahkan sungai besar Sumsel lain seperti Sungai Lematang dan anak sungainya," pungkasnya (ANTARA)
Berita Terkait
-
Dinas Pertanian Sleman Minta Masyarakat Antisipasi Fenomena Perubahan Suhu Puncak Kemarau
-
Ampuh Atasi Bibir Kering karena Udara Panas, Ini 3 Merek Lip Balm yang Paling Dicari
-
Ancaman Kebakarang Hutan Mengintai di Musim Kemarau, Tiga Hal Ini Jadi Kunci Pencegahan
-
Sering Gerah? Ini 5 Tips Jaga Ruangan Tetap Sejuk Meski Tanpa AC
-
Kemarau dan Dingin
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?