Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Selasa, 03 Agustus 2021 | 16:54 WIB
Ilustrasi ponsel Tiongkok (VOA Indonesia)

SuaraSumsel.id - Sebanyak 41 daerah di Bangka Belitung masuk kawasan blankspot, sehingga telepon genggam tak bisa dipakai di sana. Hal itu disebutkan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman.

Di sana tidak ada sinyal komunikasi. Bahkan banyak desa yang masih pakai signal 2G. Tepatnya 62 desa.

“Berdasarkan data tahun 2020, Kabupaten Bangka Barat merupakan daerah yang paling banyak memiliki blankspot area yakni sekitar 21,9 %, padahal wilayah ini berbatasan langsung dengan Sumatera. Kemudian disusul Kabupaten Bangka Tengah sekitar 12,7 %, Kabupaten Bangka Selatan sebesar 11,3 %, Kabupaten Belitung Timur 10,3 %, Kabupaten Bangka 8,6 % dan terakhir Kabupaten Belitung masih ada sekitar 4,1 %, “ungkap Gubernur Erzaldi saat berudiensi secara virtual dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Selasa (3/8/2021).

Gubernur menjelaskan dikarenakan Babel merupakan daerah wisata sehingga target kita sebenarnya bukan hanya desa namun titik-titik Daya Tarik wisata (DTW) untuk segera dibenahi.

Baca Juga: Cara Dapat Kuota Internet Gratis Kemendikbudristek Agustus hingga Desember 2021

Kondisi ini menurutnya menjadi kendala terlebih di masa pandemi Covid-19 dan dengan adanya pembatasan sosial, kegiatan yang bersifat tatap muka dibatasi guna menekan penyebaran virus Covid-19.

Danau Kaolin, Belitung, Bangka Belitung. (Dok: RedDorz)

Hal ini membuat akses internet menjadi satu hal yang krusial.

“Penting bagi kami kita mengadakan pertemuan ini, agar area-area _blankspot_ dapat segera dibenahi mengingat masih banyak anak sekolah di Babel yang kesulitan mengikuti proses belajar mengajar yang dilakukan dengan sistem daring begitu juga dengan peningkatan aktifitas perkantoran secara daring, “terangnya lagi.

Selain kendala diatas, pria yang kerap disapa Bang ER ini mengungkapkan bahwa akses internet sangat penting untuk memulihkan ekonomi Bangka Belitung, yakni mendorong perkembangan UMKM, pariwisata maupun ekonomi kreatif.

“Ketika kita mendorong pertumbuhan UMKM, yang produk-produknya banyak berasal dari desa tetapi tidak tercover oleh jaringan, sehingga mereka mulai kurang bersemangat. Di sektor pariwisata, konektivitas jaringan ini juga tidak dapat diabaikan mengingat masih banyak destinasi wisata di Bangka Belitung masih susah sinyal," ungkapnya lagi.

Baca Juga: Lengkap! Daftar 7 Bansos COVID-19 Cair di Bulan Agustus 2021, Sejahtera Mendadak!

Gubernur Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman. (Suara.com)

Disampaikannya juga bahwa ada beberapa upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung yakni dengan bekerjasama dengan penyedia layanan akses internet PT Indonesia Comnet Plus (ICON+) yang saat ini sudah menyediakan layanan akses internet di 14 lokasi wisata Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Load More