SuaraSumsel.id - Sebuah video viral di media sosial, memperlihatkan seorang pelaku penganiayaan yang dijemput polisi di rumahnya. Polisi pun mempersilakan pelaku guna pamit pada anak dan istrinya.
Pelaku pengeroyokan menyebut pada anaknya jika ia dijemput temannya. "Ayah kerja dulu sudah dijemput temen," ujar pelaku di hadapan anaknya.
Dalam video itu, tampak beberapa polisi menjemput pelaku penganiayaan. Pelaku yang hendak dibawa ke kantor polisi tersebut diberi waktu pamit.
Beruntungnya, polisi pun tidak langsung memborgol tangan pelaku di depan anak istrinya.
Pelaku yang pamit pada anaknya ini pun sempat menyampaikan pesan-pesan yang menyentuh dan bikin terenyuh.
Pelaku berpesan pada anaknya, bahwa ia pasti pulang. Karena itu, si anak harus sementara bersama ibunya.
"Ayah pasti pulang, adik sama ibu dulu. Harus baik-baik, jika ibu bilang jangan, maka jangan, adek harus nurut," pesan sang ayah.
Pelaku pun melepaskan pelukan dan cium pada sang anak.
Ia mengungkapkan masih kerja karena sudah dijemput teman-teman.
Baca Juga: Sidang Pembuktian Pelanggaran Izin Lingkungan Kantor Terpadu Sumsel Digelar Pekan Depan
"Ayah pergi dulu ya nak, ayah harus kerja. Ini sudah ditunggu teman-teman ayah," ujarnya sang ayah lagi.
Dengan melepas kepergian, ayah ini pun kembali memeluk sang anak dan mencium kepalanya.
Ia pun akhirnya berangkat bersama dengan kawanan polisi yang sudah menunggunya tersebut.
Video ini kemudian viral dan netizen memberikan apresiasi kepada polisi agar karena tidak memborgol dan korporatif membawa pelaku.
Akun yang turut membagikannya ialah palembangsekilasinfo yang menulis "Terima kasih pak polisi tidak memborgol bapaknya".
Akun itaaryani7 juga mengapresiasikan polisi yang humas pada pelaku yang sudah sangat korporatif.
Berita Terkait
-
Viral Pria Menghina Jokowi Sebut Anggota PKI: Polisi-Tentara Kau Sogok
-
Viral Lagi, Warga Bondowoso Ambil Paksa Jenazah Covid di Puskesmas Lawan Polisi dan TNI
-
Singgung Pengritik Jokowi Ditangkap, Pria Aceh Tuding Jokowi Sogok Polisi
-
Gelapkan Mobil Rental, Pria di Medan Diciduk Polisi
-
Duh, Oknum Petugas Pungli di Pos Penyekatan PPKM Ujungnya Diamankan Polisi
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
THM Panhead Jadi Perbincangan usai Kasus Penembakan TNI dan Temuan Senjata Rakitan
-
Ayah dan Anak Tewas dalam Rumah Terbakar di Musi Banyuasin, Warga Tak Sempat Menolong
-
Pesirah Bank Sumsel Babel Kini Jadi Pilihan Anak Muda Sumsel untuk Bangun Dana Darurat
-
Wagub Babel Hellyana Ditahan Usai Divonis Penjara 4 Bulan
-
Apa Itu Senjata Rakitan Jenis Korek Api? Senjata yang Dipakai Sertu MRR Tembak Pratu Ferischal