SuaraSumsel.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pengalaman yang sudah dilampui selama ini dalam hidupnya
Ia menyebutkan pengalaman tersebut sebagai misteri dalam hidup. Dalam podcats di kanal YouTube Deddy Corbuzier, pria berusiaa 73 tahun mengutarakan tidak banyak orang yang melampaui pengalamannya selama ini.
Di antaranya, tidak banyak yang mendapatkan pengalaman menjadi pasukan khusus di korps TNI-AD. Dari pengalaman itu, ia pun tidak pernah terbayang akan mengurusi virus seperti saat pandemi COVID 19 ini.
"Semuanya mistery of life. Saya prajurit profesional loh, tidak banyak yang mendapatkan pendidikan pasukan khusus, mungkin beberapa ekor," katanya dalam kanal YouTube tersebut.
Pengalaman ini pun, membuat Luhut menyarankan agar generasi muda juga dapat bekerja keras, melakukan sesuatu passion-nya.
Hal lainnya, Ia pun mengungkapkan agar generasi muda jangan busuk hatinya.
"Jadi ngapain berkelahi, bunuh-bunuhan (demi kepentingan politik), kamu tidak pernah tahun Tuhan inginnya apa," ujar Luhut.
Waktu mendapatkan mandat PPKM darurat, Luhut pun mengaku jika tidak membayangkan hal tersebut. Saat suatu minggu pagi, tiba-tiba Presiden Joko Widodo menghubungi dan menjelaskan perihal tersebut.
"Pagi-pagi hari minggu, saya lagi sama Seto, bahas ada rencana investasi. Lalu tiba-tiba dihubungi (Presiden Jokowi menelpon), dan dijelaskan lalu ada instruksi tersebut," aku Luhut.
Baca Juga: Sumsel Kenalkan "Market Place Sibejajo", Pasar Kebutuhan Petani
Meski berpengalaman di militer, sampai menjadi instruktur penembak, Luhut pun mengakui situasi pandemi COVID 19 ialah situasi darurat yang harus siap dihadapi bangsa Indonesia.
Pandemi pun telah mampu mengubah gaya hidupnya saat ini. Misalnya, saat pulang ke rumah, sang istri pun lebih waspada.
"Istri saya sudah sering komplain sekarang. Usianya kan 72 tahun, umur-umur juga rentan akan virus. Jadi, saat pulang ke rumah, saya pun langsung mandi. Ini jadi kebiasaan baru yang baik dalam menjaga kesehatan," sambung Luhut.
Sebelumnya, Luhutpun sempat menceritakan permintaan istrinya padanya. Istrinya meminta agar pada tahun 2024, Luhut tidak perlu lagi menjadi menteri atau aktif di pemerintahan dan politik.
“Istri saya yang bilang, ‘Pah kamu kalau udah selesai jangan lagi jadi menteri-menteri ya, capek’,” ucap Luhut menirukan pesan sang istri.
Luhut pun blak-blakan menjawab permintaan sang istri dengan mengiyakan permintaan tersebut.
Berita Terkait
-
Pernah Kopassus, Luhut Hampir Mati saat Helikopter yang Ditumpangi Jatuh
-
Luhut Serang BEM UI soal Jokowi King of Lip Service: Nggak Jelas Juga Ini Barang
-
Luhut Minta TKA China Tak Diributkan, Fadli Zon: Contoh Arogansi Kekuasaan
-
Luhut Sebut Jokowi Harusnya Jadi Kopassus TNI AD, Ini Alasannya
-
Terjawab, Kenapa Jokowi Apa-Apa Luhut Kalau Situasi Genting
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Pestapora 2026 Makin Meriah Bareng BRImo, Ada Cashback hingga Aktivitas Berhadiah
-
Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?
-
Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?
-
Hari Tani 2026, KPA Sumsel: Bisakah UU Reforma Agraria Menjawab Konflik di Daerah?
-
Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?