SuaraSumsel.id - Fenomena masyarakat memborong susu beruang dinilai ahli Mikrobiologi Universitas Sriwijaya atau Unsri, Prof Yuwono ialah bentuk kepanikan massal. Hal ini tidak perlu terjadi, jika masyarakat memahami manfaat dan kebutuhan akan nutrisi tubuhnya.
Menurut Kepala Rumah Sakit Pusri Palembang ini, terdapat ragam makanan dengan manfaat yang cendrung sama sehat dan bernutri yang sama dengan susu pada merek tersebut.
"Saya menilai masyarakat kini panik, sehingga membeli dalam jumlah banyak. Saya sarankan jangan dan tidak perlu demikian," ujar ia.
Hal ini karena, kebutuhan susu dan nutrisi pada setiap orang akan berbeda.
Sejak awal, Prof Yuwono mengungkapkan banyak pangan yang dapat digunakan sebagai sumber nutrisi tubuh. Tidak hanya susu dalam merek tersebut, makanan seperti halnya ubi selo, jagung rebus, pisang, kacang, tempe. Bahkan ada yang fungsinya hampir sama itu yogurt.
"Namun tidak harus susu atau yogurt merek khusus, semua merek bisa," sambung ia.
Susu beruang yang diburu masyarakat kini memang dinilai baik dikonsumsi pada situasi pandemi COVID 19, terutama bagi nutrisi atau setelah vaksinasi yang mendapatkan gejela alergi.
Ia mengungkap tiga hal mengenai susu beruang ini, yakni susu ini murni. Dengan kemurnian ini, berarti terdapat kandungan yang masih asli diperoleh, lalu juga bermanfaat mengurangi alergi.
"Selain untuk imunitas, juga berhubungan dengan alergi, akan mampu mengurangi alergi, itu masuk akal sih," katanya.
Baca Juga: Berinvestasi Rp 24 Triliun, Pembangunan PLTU Sumsel 8 Capai 84 Persen
Selain itu, kata Prof Yuwono, bagi mereka yang pencernaan normal, maka susu ini juga bermanfaat baik.
"Pertanyaannya, apakah semua pencernaan normal, jika iya memang lebih bagus. Tapi untuk pencernaan normal tidak hanya susu beruang ini, atau hanya terpatok pada merek tertentu.
Prof Yuwono pun menekankan jika ada jenis makanan lainnya yang juga bermanfaat sama selain nutrisi sehingga mampu meningkatkan imunitas tubuh.
Berita Terkait
-
Susu Beruang dan Oksigen Langka, Ridwan Kamil Bakal Bikin Ini
-
Habis Rp 100 Ribu Buat Bayar Parkir, Gadis Bandung Ini Belum Juga Dapat Susu Beruang
-
Viral Wanita Kegirangan Temukan Susu Beruang di Swalayan: Surga Banget Lihat Ini
-
Viral Rebutan Susu Beruang, Barang Disebut Langsung Ludes Padahal Harga Dinaikkan Pedagang
-
Viral Video Susu Beruang Ludes Diborong Warga, Aksi Dorong Tak Terhindarkan
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji
-
Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh
-
Hujan Sudah Turun, Karhutla Sumsel Belum Tuntas, Seberapa Efektif Dry Ice dan OMC?
-
Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan
-
Membaca Jongot: Hutan Warisan Suku Musi yang Menawarkan Harapan di Tengah Krisis Iklim