SuaraSumsel.id - Nasib apes menimpa Azis Poiyo (35), seorang sopir becak motor atau bentor di Gorontalo. Ia terpaksa melapor ke polisi usai menjadi korban penganiayaan.
Peristiwa ini terjadi lantaran diduga pelaku yang berinisial EL terganggu dengan suara tangisan anak Azis.
Dikutip dari Gopos.id--jaringan Suara.com, dugaan penganiayaan itu bermula saat Azis mengantarkan temannya yang bernama Ulfa ke Kelurahan Hunggaluwa dengan mengendarai bentor.
Saat itu, Azis ditemani oleh seorang anaknya yang masih bocah.
Usai mengantar teman, warga Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto tersebut memilih berteduh lantaran hujan bersama sang anak.
Tak lama setelah hujan reda, Azis lalu beranjak ke kendaraannnya untuk pulang ke rumah.
Namun ketika duduk di atas bentor, EL yang berada di lokasi yang sama tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah Azis.
Menurut keterangan seorang saksi, EL disebut-sebut murka mendengar tangisan anak Azis saat berteduh.
Peristiwa pemukulan itu terjadi pada 5 Agustus 2020 silam.
Baca Juga: Kasus Ujaran Kebencian Anggota DPRD, Bupati dan Sekda Agam Jadi Tersangka
"EL diduga terganggu dengan suara tangisan anak korban yang menangis saat pelaku berteduh,” ujar Budi Selasa (11/08/20).
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian bibir dan kepala.
Merasa tak terima, Aziss pun melaporkan aksi penganiayaan yang diduga dilakukan EL kepada Mapolsek Limboto, Senin (10/8).
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?
-
Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim
-
Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot
-
Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?
-
Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam