SuaraSumsel.id - Suara.com - Kameramen YouTuber Edo Dwi Putra (24) bernama Hadi Jaya Karim ditangkap. Hadi sempat menjadi buronan.
Pria berusia 18 tahun ini diamankan Unit Pidsus Sat Reskrim Polrestabes Palembang tanpa perlawanan di rumahnya di Jalan Gotong Royong III, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang pada Selasa (4/8/2020).
Ia ditangkap lantaran terlibat dalam pembuatan konten prank daging kurban sampah yang dilakukan dalam channel Edo Putra Official membagikan kantong daging kurban berisi sampah. Sementara satu orang lagi inisial I masih diburu petugas.
Kini kameramen YouTuber Edo Putra tersebut masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas di Mapolrestabes Palembang.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji melalui Kanit Pidsus Sat Reskrim Polrestabes Palembang Iptu Hari Dinar, mengatakan DPO itu ditangkap setelah pengembangan dari dua tersangka Edo dan Diky Firdaus (20) yang diamankan terlebih dahulu.
“Dia (Hadi) itu merupakan kameramen YouTuber Edo. Sudah kita amankan,” ucap dia, Selasa (4/8/2020).
Masih kata dia, dalam pembuatan konten prank di YouTube Edo Putra Official itu mereka memilii peranan masing-masing. Pasalnya, konten itu sendiri sengaja disetting.
“Ya, mereka mempunyai peranan masing-masing. Itu mereka lakukan demi mendapatkan pundi-pundi uang dari konten YouTube yang mereka tayangkan,” ungkap dia.
Dalam kasus tersebut, pelaku juga terancam Pasal 14 KUHP tetang membuat berita bohong dan Undang-Undang ITE Pasal 27 ayat 1 karena melanggar kesusilaan.
Baca Juga: Heboh Pembuat Peti Mati di Tapteng Temukan Batu Misterius Jatuh dari Langit
“Satu DPO lagi yang belum kita amankan. Tapi, identitasnya sudah kita kantongi,” tutup dia.
Tag
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Dituduh Curi Uang, Napi Lapas Muaradua Tewas Dianiaya: 4 Rekan Sekamar Jadi Tersangka
-
BRI Gandeng Prodia, Tawarkan Diskon MCU Hingga Free Medical Check-Up
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri