facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pengaruh Cuaca, Harga Sayur di Palembang Merangkak Naik

Tasmalinda Rabu, 26 Januari 2022 | 07:35 WIB

Pengaruh Cuaca, Harga Sayur di Palembang Merangkak Naik
Ilustrasi harga sayur mayur [ANTARA/ Zumrotun Solichah]

Harga sayuran di sejumlah pasar tradisional Kota Palembang, Sumatera Selatan, merangkak naik.

SuaraSumsel.id - Harga sayuran di Kota Palembang, Sumatera Selatan, merangkak naik. Hal ini, akibat berkurangnya pasokan dari sejumlah daerah penghasil sayuran.

Amelia, pedagang sayuran di Pasar Perumnas Palembang mengatakan kenaikan beragam jenis sayuran yang berkisar Rp2.000—Rp3.000 per kilogram

Tomat dari Rp10.000 per kilogram menjadi Rp13.000 per kilogram, sedangkan kentang dari Rp10.000 per kilogram menjadi Rp13.000 per kilogram, wortel dari Rp8.000 per kilogram menjadi Rp10.000 per kilogram.

Harga cabai merah dari Rp26.000—Rp30.000 per kilogram menjadi Rp32.000—Rp35.000 per kilogram, hanya cabai burung yang mengalami penurunan dari Rp45.000 per kilogram menjadi Rp35.000 per kilogram dan cabai rawit dari Rp52.000 per kilogram menjadi Rp48.000 per kilogram.

Baca Juga: Semakin Panjang, Daftar Tunggu Calon Jemaah Haji Sumsel Sampai 21 Tahun

Kenaikan harga terjadi untuk sayur bayam, kangkung, katuk dari Rp2.000 per ikat menjadi Rp4.000 per ikat. Begitu juga dengan timun, pare, sawi, daun bawang, daun seledri, buncis, oyong dan kol yang rata-rata mengalami kenaikan Rp2.000 per kilogram.

Untuk bawang merah dan bawang putih relatif stabil di kisaran Rp25.000 per kilogram.

Juwita, pedagang sayuran di Pasar Lemabang mengatakan kenaikan harga berkisar 10-20 persen ini sudah diterima dari agen sayuran di Pasar Jakabaring Palembang.

“Katanya banyak yang gagal panen karena hujan lebat, jadi harga naik,” kata dia.

Ilham, petani sayuran jenis oyong, pare dan timun di kawasan Pemulutan, Kabupaten Ogan llir, menuturkan jenis tanaman sayuran rusak lantaran dihantam hujan deras sejak Desember.

Baca Juga: Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Disebut Terima Fee Rp4,8 Miliar, Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya

“Banyak kebun yang rusak, kemungkinan baru bisa tanam lagi pada Maret,” katanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait